Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» Kabaena Kampo Tangkeno
Sat Oct 27, 2018 9:36 am by kabaena

» 5 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan Tubuh
Fri Oct 26, 2018 11:17 am by fla

» Berapa biaya sewa pesawat pribadi atau helikopter?
Wed Oct 24, 2018 10:05 am by fla

» Cara menggunakan 1 akun WhatsApp di 2 smartphone android
Fri Oct 12, 2018 7:32 am by kabaena

» Cara Mudah Membuka Proteksi Password Microsoft Office Excel Tanpa Software
Wed Sep 12, 2018 10:42 am by kabaena

» Serial Number NERO 6
Mon Sep 10, 2018 9:36 am by kabaena

» Apa itu Cloud Mining
Sat Sep 08, 2018 7:20 pm by kabaena

»  Daftar Stasiun Kereta Api di JABODETABEK
Mon Jul 23, 2018 4:24 pm by kabaena

» Mencicipi empuknya sate tempo dulu
Fri Jul 13, 2018 2:32 pm by vaipode

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Informasi Keberadaan Hacker Ini Dihargai Rp 40,3 Miliar!

    Share
    avatar
    kabaena

    Jumlah posting : 304
    Join date : 19.08.11
    Age : 33

    Informasi Keberadaan Hacker Ini Dihargai Rp 40,3 Miliar!

    Post  kabaena on Sun Jan 01, 2017 5:22 am


    Jauh sebelum aksi ikut campur Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat dalam bentuk serangan cyber, pemerintah AS sebenarnya sudah pernah dibuat kesusahan oleh dua hacker asal Rusia.

    Kedua hacker itu bernama Evginey Mikhailovich Bogachev dan Aleksey Alekseyevich Belan, yang mencuri jutaan informasi finansial milik warga AS dan berhasil mengeruk keuntungan jutaan dolar dari aksinya itu.

    Bogachev dan Belan sudah bertahun-tahun dicari oleh FBI, namun tak ada yang bisa mereka lakukan karena kedua hacker itu tinggal di Rusia, yang tak punya perjanjian ekstradisi dengan AS, demikian dikutip detikINET dari Daily Mail.

    Maka dari itu, FBI menawarkan hadiah sebesar USD 3 juta atau sekitar Rp 40,3 miliar (USD 1 = Rp 13.455) bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi keberadaan Bogachev, sampai ia bisa tertangkap. Ini adalah hadiah terbesar yang pernah ditawarkan untuk menangkap seorang dedemit maya.

    Bogachev adalah otak di balik sebuah malware bernama GameOver Zeus, yang menginfeksi lebih dari sejuta komputer dan menyebabkan kerugian finansial lebih dari USD 100 juta. Cara kerjanya adalah dengan mencuri berbagai informasi finansial seperti nomor rekening, password, PIN dan lainnya untuk kemudian digunakan mencuri uang dari si korban.

    Pria yang sama juga diduga berada di balik sejumlah serangan ransomware yang menelan banyak korban, seperti institusi finansial, perusahaan Fortune 500, universitas, agensi pemerintahan.

    Berbeda dengan Bogachev, hadiah yang ditawarkan untuk menangkap Belan jauh lebih kecil, hanya USD 100 ribu. Ia dicari karena meretas di ecommerce besar di AS dan mencuri data-data konsumennya, yang kemudian Ia jual ke dedemit maya lain.

    Meski keduanya dianggap bersalah di AS, Bogachev dan Belan malah dianggap sebagai pahlawan di Rusia, sejalan dengan berkembangnya gerakan anti Amerika di Negeri Beruang Merah itu.

    "Melihat apa yang dilakukan orang Amerika terhadap orang lain, hal yang dilakukan Bogachev (terhadap AS) sudah sepantasnya," ujar seorang sopir taksi di Rusia bernama Vazgen Atanasov.


    ~detik.com


      Waktu sekarang Thu Dec 13, 2018 10:15 am